RENUNGAN: Menderita Untuk Memperoleh Kemuliaan


” Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” (II Korintus 4:17).

Merintih, menangis, sunyi sepi sendri, putus asa, merasa tidak ada yang tahu penderitaan kita, atau bahkan rasanya mau mati. Itu adalah hal-hal yang kita rasakan saat pnderitaan, kesengsaraan atau bahkan berbagai-bagai problema menerpa kita. Tetapi marilah kita renungkan bahwa nabi-nabi besar, sebelum memperoleh kemuliaan mereka harus belajar dari penderitaan yang berat.

Contoh saja, Bapa Abraham harus mempersembahkan anaknya yang laki-laki, yang satu-satunya yang untuk mendapatkan ia harus menunggu selama 80 tahun. Tetapi akhirnya ia menjadi bapa orang percaya. Yakub, ia harus bekerja selama 14 tahun tanpa upah, sebelum ia mendapatkan istri yang ia cintai dan dimuliakan Tuhan. Yusuf, ia harus rela dipenjara selama 13 tahun sebelum diangkat menjadi pemimpin di Mesir. Musa, ia harus sembunyi di padang belantara selama 40 tahun, sebelum akhirnya menjadi pemimpin besar. Pendidikan yang diberikan Tuhan tidaklah mudah untuk memperoleh kemuliaan besar yang kita harapkan.

Jika saat ini saudara harus belajar menderita, belajar berbagai-bagai kesusahan yang berat dan cukup lama. Marilah kita hadapi dengan tekun, sabar dan penuh harapan kepada Tuhan. Bahwa penderitaan yang sekarang ini mengerjakan kemuliaan yang besar dimasa yang akan datang. Tuhan memberkati. (HambaNYa Pdt. Agus).