KORBAN PERSEMBAHAN
“Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,” Ibrani 10:11-12.
Hari ini seluruh di seluruh dunia, dimana agama-agama Islam menjadi mayoritas. Seluruh masyarakat di sibukan dengan dengan adanya perayaan Idhul Adha. Yaitu suatu perayaan untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan. Sesungguhnya perayaan itu sudah ada dalam Alkitab. Bangsa Israel sejak zaman Musa, mereka mempersembahkan korban kepada Tuhan setiap tahun, secara rutin setiap tahun. Dalam Alkitab persembahan itu ada berbagai-bagai jenis. Namun yang paling banyak disinggung adalah korban penghapus dosa. Korban yang berupa hewan itu di persembahan untuk menebus dosa-dosa mereka. Persembahan hewan korban berupa sapi, domba atau merpati. Hal itu disesuaikan berdasarkan kemampuan dan jenis dosa.
Dalam Perjanjian Baru, Surat Ibrani menjelaskan tentang korban persembahan. Dalam Perjanjilan Lama bangsa Israel mempersembahkan korban persembahan setiap tahun terus menerus, tetapi Tuhan Yesus telah menjadi korban persembahan, sekali untuk selama-lamanya, untuk semua dosa dan bagi semua orang. Sehingga setiap orang yang menerima Tuhan Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat tidak perlu mempersembahkan korban lagi atas setiap dosa-dosanya. Sebab Ia telah mati bagi dosa-dosa saya dan saudara. Marilah kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat sebagai korban penebus dosa. Sehingga dosa-dosa saya dan saudara diampuni. Kita diselamatkan dan tidak lagi harus mempersembahkan korban persembahan terus menerus untuk setiap dosa kita. Amin. Tuhan memberkati. (Hamba-Nya Pdt. Agus W).