SERASA MELIHAT WAJAH ALLAH
Tetapi kata Yakub: “Janganlah kiranya demikian; jikalau aku telah mendapat kasihmu, terimalah persembahanku ini dari tanganku, karena memang melihat mukamu adalah bagiku serasa melihat wajah Allah, dan engkau pun berkenan menyambut aku”. Kejadian 33:10.
Siapa yang tidak suka melihat wajah yang seperti wajah Allah. Yakub memiliki wajah yang seperti wajah Allah. Hal itu dirasakan oleh Yakub adiknya. Mengapa Esau memliki wajah yang seperti wajah Allah. Karena Esau telah mengampuni seratus persen dan melupakan sama sekali segala kesalahan Yakub adiknya. Meskipun hal itu sesungguhnya tidak mudah. Karena Yakub telah merampas hak kesulungan milik Esau yang satu-satunya, yang menentukan hidupnya. Hal kesulungan berarti berhubungan dengan tahta. Karena tahta Bapaknya secara otomatis akan turun ke anak sulungnya. Hak kesulungan juga berarti kuasa, karena seorang anak yang sulung akan memiliki kuasa lebih banyak dari pada yang kedua atau yang bungsu. Hak kesulungan juga berarti berkat. Karena anak sulung akan menerima warisan lebih banyak dari pada yang kedua dan selanjutnya. Namun dari hak yang demikian mahal yang telah diserobot oleh Yakub, Esau tetap mengampuni dengan segenap hati.
Dalam Perjanjian Baru, tidak mau mengampuni termasuk dosa yang tidak dapat diampuni. (Matius 6:12 ; 18:35) Sebab kadar pengampunan yang diberikan Allah kepada kita berdasarkan pengampunan kita kepada orang lain. Tuhan Yesus telah mati dan berkorban bagi saya dan saudara. Pengorbanan besar untuk mengampuni saya dan saudara. Dosa-dosa kita sangat besar, namun Allah mengampuni sepenuhnya. Oleh sebab itu Esau memiliki wajah yang seperti wajah Allah, karena Esau seperti Allah yang pengampun sebesar apapun dosanya. Kita dapat memiliki wajah seperti wajah Allah yang mengampuni dengan tulus.
Ada banyak orang yang sering menyakiti hati kita.Mereka menipu kita. Mereka berbohong dengan kita. Mereka merugikan kita, bahkan membuat kita menjadi jatuh miskin dan sengsara. Namun janji Allah sangat besar kepada kita yang mau mengampuni. Mari kita memiliki wajah yang seperti wajah Allah yang mengampuni orang lain dengan segenap hati. (Hamba-Nya Pdt Agus W).