MENJADI RELAWAN DOA
” dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Efesus 6:18.
Saya pernah mendengar sebuah ilustrasi tentang doa. Pada saat Amerika mencari jejak Pemimpin Tertinggi Teroris Osama Bin Laden, ada salah satu prajurit Amerika yang menemukan lokasi persembunyian Osama di Afghanistan. Tentara Amerika ini menelpon pimpinanya di Amerika sana. Pimpinan di Amerika segera mengirim pasukan khusus dan segala perlengkapan ke tempat yang dituju, yaitu di Afghanistan. Tetapi saat seluruh pasukan itu tiba di Afghanistan yang dituju itu. Mereka tidak menemukan Osama Bin Laden, karena telah pergi dan berpindah. Pengiriman pasukan Amerika ini membutuhkan waktu tiga hari sejak berita itu diterima.
Saat mendengar sebuah bencana alam, saya tahu ada banyak para relawan yang segera mempersiapkan diri dan dikirim ke lokasi bencana untuk menolong korban. Demikian juga para dermawan segera mengirim bantuan ke lokasi. Tetapi berapa waktu yang dibutuhkan untuk proses persiapan dan pengiriman ini. Sedang saat tsunami terjadi di kepulauan Mentawai, hingga berhari-hari bantuan tidak bisa dikirm dengan alasan cuaca buruk.
Tetapi bagaimana dengan doa. Seorang relawan doa, saat mendengar suatu bencana alam, ia langsung berdoa. Doa itu akan langsung terkirim kepada Bapa di Surga. Dari surge Bapa segera mengirim pasukan malaikat dan pasukan-pasukan yang tidak kelihatan, ketempat lokasi untuk menolong para korban bencana alam. Berapa detik saja untuk sebuah proses pertolongan darurat ini. Mungkin sebelum kita berkata amin. Pertolongan sudah datang dari surga karena doa-doa kita. Jadi tidak mengherankan jika ada bayi ditemukan masih hidup, meskipun sudah tiga hari terhempas badai tsunami, karena tersangkut di got. Ini semua berkat para relawan yang cepat bergerak untuk segera mendoakan orang-orang yang membutuhkan peertolongan.
Marilah kita menjadi pasukan relawan doa, yang segera berdoa untuk mendoakan orang-orang yang membutuhkan pertolongan, tanpa menunda-nunda. Amin. Tuhan memberkati. (HambaNya Pdt Agus W).