SMA : Persembahan Natal

PERSEMBAHAN NATAL
“ Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur”.

(Matius 2:11).

Waktu demi waktu berlalu. Tak terasa bulan telah berganti baru. Tahun barupun telah diambang pintu. Bulan yang ditunggu-tunggupun telah tertuju. Inilah bulan istimewa, dimana setiap orang kan siap bernatal ria. Lagu-lagu natal telah terdengar dimana-mana. Hiasan-hiasan natal telah terpampang juga. Gereja-gereja telah mulai berapat untuk perayaan natal. Orang-orang Kristen telah merencanakan perayaan natal keluarga. Mungkin liburan atau pesta di suatu tempat. Baju baru mulai dipilih-pilih. Hadiah-hadiah yang lain sudah ditunggu-tunggu.
Konon, menurut cerita orang majus itu ada empat. Orang majus yang keempat ketinggalan. Saat ia datang Tuhan Yesus sudah mengungsi ke Mesir. Yang keempat ini membawa uang yang banyak. Setelah tahu ketinggalan, orang Majus ini kembali pulang, dan membagi uangnya kepada orang-orang miskin, janda-janda, orang-orang yang kelaparan disepanjang jalan yang ia temui. Mungkin gereja kita telah siap merayakan natal. Mungkin juga komunitas-komunitas kitapun telah siap untuk merayakannya. Bahkan mungkin juga keluarga kita telah punya rencana yang tersusun rapi. Tetapi marilah disaat hari yang indah ini masih banyak orang yang tidak sempat merayakan natal. Mereka yang menjadi korban bencana alam. Mereka yang kehilangan orangp-orang yang dikasihi. Mereka yang kehilangan harta benda. Bahkan mereka yang tinggal di barak-barak pengungsian. Ada baiknya kita belajar kepada orang Majus yang keempat. Meskipun ia tertinggal, dimana semua telah merayakan natal dengan persembahan-persembahan mereka. Tetapi orang Majus yang keempat ini punya cara tersendiri, ia membuat orang-orang yang tertinggal menjadi tidak tertinggal dalam ikut serta merayakan natal.
Marilah kita mengingat orang-orang yang terlupakan, untuk tidak dilupakan dalam merayakan natal. Marilah kita turut membawa orang-orang yang tidak sempat merayakan natal, menjadi kebagian dalam perayaan natal. Amin. Tuhan memberkati.