RENUNGAN : Natal di Kandang Domba

NATAL DIKANDANG DOMBA
“dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Lukas 2:7)
Inilah natal yang pertama dan yang sesungguhnya. Yaitu dikandang domba. Kandang domba adalah tempat yang sederhana. Kandang domba biasanya berada ditengah padang belantara, jauh dari perkotaan. Tempat itu dipakai oleh domba-domba waktu malam. Sering juga para gembala turut beristirahat di dalamnya. Kandang domba sangat kotor dan bahu kotoran sangat menyengat. Tidak ada seorangpun menyangka bahwa Yesus akan dilahirkan di kandang domba. Semua orang akan berpikir bahwa Tuhan Yesus akan dilahirkan di istana raja. Tetapi ternyata “kecelik”, sebab Tuhan Yesus lahir di kandang domba.
Natal dalam tahun ini sudah lebih dari 2000 tahun. Apa yang dipikirkan orang saat natal. Saat terbayangkan pastilah sebuah pesta meriah. Dekorasi yang mewah. Pakaian seragam yang mahal harganya, atau paling tidak hadiah yang bagus-bagus. Meskipun hal itu tidak salah. Tetapi ini bukanlah natal yang sesuai dengan yang sesungguhnya duaribu tahun yang lalu. Pernahkah kita pikirkan natal kandang domba. Artinya natal dengan orang-orang yang sekelas dengan para gembala waktu itu. Natal dengan para gelandangan. Para janda, anak-anak yatim piatu. Natal bersama dengan para pengungsi korban bencana alam. Natal di Lembaga Pemasyarakatan. Natal dengan orang-orang yang sedang dirawat dirumah sakit. Baik tubuhnya ataupun jiwanya. Natal didaerah-daerah yang terbelakang. Didesa yang msikin. Atau jauh dari keramaian kota. Rasanya natal ini kita perlu berbagi lebih dengan orang-orang yang membutuhkan. Biarkan kue natal itu dinikmati oleh orang-orang yang kelaparan. Biarkan baju baru itu dinikmati oleh mereka yang kedinginan. Biarkan pesta meriah itu dinikmati oleh mereka yang sedang kehilangan. Mari kita rayakan natal itu dengan mengembalikan makna natal yang sesungguhnya. Amin. Tuhan memberkati.