NATAL PRIBADI
“Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” Matius 2:11
Tak terasa separuh bulan natal telah kita lewati. Puncak natal sudah diambang pintu. Lagu-lagu natal terus terdengar di telinga kita. Bahkan hiasan-hiasan natal memenuhi di setiap tempat. Persiapan natal hamper mencapai penyelesaian. Bahkan beberapa tempat telah sempat merayakannya. Namun waktu berjalan demikian cepat seiring perkembangan zaman. Mungkin kita perlu berhenti sejenak merenungkan, sebelum bulan ini berlalu. Jangan sampai natal berlalu tanpa berkat kita terima. Hanya kelelahan, kekecewaan bahkan mungkin sakit hati yang membekas. Kelahiran Raja Dami adalah sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada apapun juga. Namun apakah itu hanyalah sebuah berita saja, tanpa kita menikmatinya?
Kita dapat merenungkan, bagaimana Maria mempersembahkan kewanitaan untuk Tuhan Yesus. Yusuf yang mempersembahkan kelaki-lakiannya. Orang Majus yang mmpersembahkan harta bendanya. Para gembala yang meninggalkan pekerjaan mereka untuk memberitakan kabar baik yang mereka terima. Belum lagi ibu-ibu yang kehilangan banyak bayi karena kekejaman Herodes. Hal-hal itu sangatlah berarti bagi mereka. Apa yang telah kita perbuat dalam natal ini, sebelum segala sesuatu berlalu tanpa kesan. Marilah kita duduk diam sejenak dihadapan Tuhan untuk menerima berkat terindah.
Perayaaan gereja, kelompok-kelompok kita mungkin telah kita siapkan. Natal keluarga mungkin juga kita telah siap. Namun, janganlah lupa natal pribadi-pribadi kita, apakah sudah kita siap. Natal pribadi inilah yang akan membuat ledakan besar dalam hidup kita. Berkat terindah itu kita nikmati. Marilah, sebelum segala sesuatu berlalu kita siapkan diri kita masing-masing untuk natal pribadi. Amin. Tuhan memberkati.