KESAKSIAN SEORANG GEMBALA DOMBA UPAHAN
“Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.” Lukas 2:18
Kalau ada orang melihat sesuatu yang terdahsyat, mungkin akulah orangnya. Kalau ada orang yang melihat sesuatu yang terhebat, mungkin akulah orangnya. Pengalaman itu begitu luar biasa bagiku. Meski aku hanya seorang gembala upahan, tetapi akulah saksinya yang menyaksikan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa itu terjadi demikian. Malam itu cerah sekali. Bintang-bintang bertaburan menghiasi angkasa. Bulanpun bersinar terang. Tidak seperti biasanya kami para gembala biasanya langsung istirahat melepas lelah. Tetapi malam itu begitu indah, sehingga kami bermain-main dipadang belantara. Kemudian tiba-tiba aku menyaksikan dengan kepalaku sendiri, bagaimana para malaikat itu memuji Tuhan diatas padang belantara. Suara malaikat itu begitu merdu, yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang di telingaku. Aku tak kan pernah bisa melupakannya.
Aku jugalah yang pertama kali menemukan seorang bayi kudus Tuhan Yesus Kristus di kandang domba. Kandang itu seperti gua, biasa domba-dombaku kuajak istirahat dikandang di situ. Tetapi malam itu begitu cerah, aku membiarkan domba-dombaku istirahat dipadang terbuka. Saat aku mendengar berita malaikat itu aku segera ke kandang itu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa bayi kudus itu sudah terbaring diatas palungan, terbungkus kain lampin, tepat seperti dikatakan oleh malaikat itu. Tak terasa aku jatuh tersungkur, aku menyembah Bayi Kudus itu. Pengalaman itu begitu dahsyat dalam hidupku. Kini kutinggalkan semua pekerjaanku sebagai gembala domba upahan. Aku memilih untuk menceritakan kepada siapa saja tentang pengalamanku yang dahsyat, menyaksikan kelahiran Sang Juru Selamat dunia. Aku berharap banyak orang diselamatkan karena kesaksianku ini. Amin.