KABAR BAIK DARI SION

PEMBUNUHAN BAYI-BAYI DI BETLEHEM
“Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.” Matius 2:18
Malam itu sungguh mencekam. Hening, sepi dan menakutkan. Bulan sembunyi dibalik kegelapan. Bintang-bintangpun enggan tersenyum. Gelap gulita menyelimuti. Angin berdesir tak terdengar. Hanya suara burung hantu sesekali memecah keheningan. Setiap rumah telah tertutup rapat. Suara isak tangis terdengar dimana-mana. Sakit memang. Hatiku pilu. Tak ada harapan. Seluruh badan terasa lemas. Berucap pun tak keluar suara. Hanya ketakutan yang dirasakan. Air mata sudah habis tercurah. Dada terasa sesak. Rasanya mau berteriak tak ada daya. Mau marah, marah pada siapa. Bisanya Cuma menangis, tapi suara telah habis. Sungguh kejam para utusan Raja Herodes itu. Tak ada satupun bayi yang luput dari pedangnya. Anakku, oh. Engkau anaku laki-laki yang satu-satunya. Tumpuan harapanku, engkaulah kebanggaanku. Yang lama kutunggu kelahiranmu. Bahkan saat kelahiranmupun nyawaku menjadi taruhan. Apalagi waktu itu ayahmu juga belum bekerja. Tetapi kini kau telah tiada. Utusan Herodes itu telah membunuhmu. Betapa menyakitkan. Dengan mata kepalaku sendiri bagaimana para utusan itu merebutmu dari tanganku. Meski aku mempertahankanmu, namun sia-sia. Sebab mereka bersenjata lengkap. Oh, tak tahan aku melihatmu. Mereka tidak berperikemanusiaan sama sekali.
Kini, ibumu hanya bisa berdoa. Kiranya engkau diterima di Kerajaan Baru. Seorang Raja baru telah dilahirkan bagimu. Memerintahlah bersama Raja baru itu anakku. Sebab darahmu telah tercurah untuk kelahiran Raja itu. Jika engkau telah bersamanya, bawalah ibu ikut serta. Ibu relakan engkau untuk kerajaan baru itu anakku. Berbahagialah dalam kerajaan damai itu anakku. Doa ibu senantiasa menyertaimu. SELAMAT HARI IBU ! Tuhan memberkati.