Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Lukas 24:15-16
Berjumpa dengan Tuhan Yesus adalah anugrah yang besar. Apalagi bisa bercakap-cakap denganNy
a. Namun bagaimana kalau kita dijumpai oleh Tuhan Yesus tetapi tidak menyadarinya? Demikianlah yang terjadi kepada dua orang murid Tuhan Yesus yang sedang berjalan ke kampung Emaus. Tuhan Yesus menjumpai mereka di tengah jalan, bahkan sempat berbincang-bincang dengan mereka. Namun mereka tidak menyadari bahwa itu adalah Tuhan Yesus.
Mengapa dua murid Tuhan Yesus itu tidak menyadari bahwa itu adalah Tuhan Yesus? Oleh karena kedua murid itu tidak percaya bahwa Tuhan Yesus sudah dibangkitkan. Tuhan Yesus bagi mereka hanya pada tingkat perbincangan, pada tingkat issu yg sedang hangat, pada tingkat logika atau pikiran saja, pada tingkat ilmu saja. Mereka tidak dapat menyadari bahwa Tuhan hadir. Mereka tidak dapat merasakan hadirat Tuhan. Tuhan hanya ada dalam teori atau cerita saja.
Hingga saat ini banyak orang, banyak gereja menjadikan Tuhan Yesus itu pada tingkat ajaran saja, pada tingkat ilmu saja, dan bukan pengalaman. Oleh sebab itu rohaninya dangkat. Tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup ataupun saat ibadah.
Marilah melalui kebangkitan Tuhan Yesus ini, kita mempercayai bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh sudah bangkit dan hidup sampai sekarang. Tuhan Yesus tidak saja ada dalam cerita atau teori. Tetapi kahadiran dan karyaNya dapat kita rasakan setiap saat hingga saat ini. Amin Tuhan Yesus memberkati.
