“Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.” Keluaran 2:11-12
“Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” Bilangan 12:3
Hati yang sangat lembut adalah dambaan setiap orang. Apalagi kalau hatinya paling lembut lebih dari setiap manusia di atas muka bumi. Itulah Musa, seorang nabi besar yang membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Hati yang lembut tidaklah di dapatkan begitu saja. Karena Musa sebelumnya adalah seorang yang sangat keras. Dalam keluaran 2:11-12. Ketika nabi Musa masih muda, Musa adalah seorang yang sangat keras, sebab hal itu terbukti ia berani membunuh bangsa Mesir yang memukul bangsa Ibrani, kemudian disembunyikannya mayatnya dalam pasir. Tidak semua orang memiliki nyali membunuh sesamanya dan menyembunyikan mayatnya dalam pasir. Apalagi yang dibunuh itu adalah orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi.
dalam cerita lebih lanjut Musa dinyatakan memiliki hati yang sangat lembut, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. Ini menunjukkan ada perubahan yang sangat drastis berhubungan dengan hati Musa. Ternyata pendidikan padang Midian telah mengubah hatinya. Ia yang memiliki fasilitas dan pendidikan sebagai anak raja, berubah menjadi seorang gembala di padang Midian. Perubahan situasi dan kondisi, kesulitan dan tekanan-tekanan yang di hadapi selama di padang Midian telah mengubah hatinya dari keras menjadi sangat lembut.
Kadang Tuhan mengijinkan perubahan-perubahan yang drastis, terjadi dalam hidup kita. Persoalan-persoalan bertubi-tubi di ijinkan Tuhan menggoncang hidup kita. Namun dari semuanya itu Tuhan punya rencana, untuk mengubah hati kita yang keras, menjadi sangat lembut.
Marilah kita hadapi setiap persoalan yang terjadi, oleh karena semuanya itu diijinkan Tuhan untuk mengubah hati kita, agar supaya tidak keras, melainkan lemah lembut. Amin. Tuhan memberkati.
