“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Yohanes 14:27
Banyak orang hidup di dalam dunia mereka mencari damai. Salah satu contoh adalah pria tak beridentitas yang diperkirakan seorang pertapa yang sedang mencari damai ditemukan tewas mengenaskan. Selain sudah membusuk, sebagian tubuhnya sudah tak berbentuk lagi karena dagingnya mengelupas. Pria yang diperkirakan berusia 35 tahun itu ditemukan di tepi laut dan diduga sebagai pertapa karena ditemukan di bibir Goa. Diperkirakan, korban tewas akibat kelaparan setelah berhari-hari menjalani tirakat batin (pasa ngembleng/ tanpa makan dan minum). Damai yang diperjuangkan hingga meninggal dunia tidak di dapatkan.
Tuhan Yesus Kristus berfirman bahwa damai sejahtera di tinggalkan bagi kita. Damai sejahtera itu diberikan bagi saya dan saudara. Damai sejahtera yang berbeda dengan yang diberikan oleh dunia. Dunia memberikan damai yang semu, damai saat yang kita inginkan tersedia, tetapi ketika tidak ada, damai itu hilang. Damai ketika semua terpenuhi, tetapi saat kekurangan damai itu hilang. Damai saat tidak ada masalah, tetapi ketika banyak masalah, damai itu sirna. Damai ketika banyak orang menyanjung, tetapi ketika ditinggalkan sendirian, damai itu lenyap. Damai ketika sehat, tetapi saat sakit, damai itu melayang.
Tetapi damai sejahtera yang diberikan berbeda dengan yang diberikan oleh dunia. Damai sejahtera yang diberikan oleh Yesus Kristus adalah damai sejahtera yang tidak tergantung pada situasi dan kondisi. Damai tetap memancar saat situasi tidak baik. Damai tetap bersinar saat kondisi buruk. Damai itu tidak dapat dikalahkan oleh kesakitan, kekurangan, ancaman, kesendirian, bahkan oleh kematian sekalipun. Damai itu tetap dirasakan.
Marilah dengan minggu Pencurahan Roh Kudus ini, kita terima damai yang dari Tuhan Yesus Kristus. Amin. Dari Sion Tuhan memberimu damai sejahtera.
