PERTOLONGAN ATAS PENCOBAAN
“Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai” Ibrani 2:18
Pencobaan apakah yang sedang kita alami? Kematian orang yang kita kasihi? Penderitaan atas organ-organ kita yang fital? Tekanan batin yang terus menerus? Kehilangan sesuatu? Harapan yang tak terwujud? Atau mungkin ditinggalkan sendirian? Janganlah menjadi putus asa. Jangan menjadi lemah ataupun patah semangat meski hal-hal itu dirasakan terlalu berat untuk kita.
Yang kita rasakan saat kita dicobai. Mungkin kaki kita terlalu berat untuk melangkah. Mungkin air mata kita terlalu deras mengalir. Mungkin semua menjadi sia-sia, bahkan hingga kita seperti orang yang mau mati dalam kepasrahan dan ketidak berdayaan. Kita akan berkata terlalu berat pencobaan ini bagi kita. Kita akan putus asa dan menganggapnya semua sirna.
Ibrani menjelaskan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah menderita pencobaan yang demikian berat, agar Dia dapat menolong mereka yang dicobai. Tidak ada alasan untuk kita berkata bahwa tidak ada yang dapat menolong saat kita dicobai. Tidak ada alasan untuk kita berkata bahwa terlalu berat pencobaan itu bagi kita. Bahkan tidak ada alasan untuk kita berkata bahwa tidak ada yang mengerti pencobaan yang kita alami. Sebab Ibrani menyatakan bahwa Yesus dapat menolong kita yang dicobai. Mungkin orang yang kita kasihi tidak dapat menolong kita. Mungkin orang yang paling dekat dengan kita tidak dapat menolong kita. Bahkan orang tua kita, saudara kita, atau diapapun yang kita dambakan tidak dapat menolong kita. Jangan kecil hati. Sebab Yesus dapat menolong kita yang berada dalam pencobaan.
Pastikan diri saudara bahwa Yesus adalah penolong yang tepat yang sanggup menolong saudara dalam setiap pencobaan yang saudara alami.