PENGUJI HATI
“Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Amsal 17:3
Penguji hati. Untuk seseorang dapat lulus dan memegang suatu predikat tertentu, pastilah ada ujian yang harus di hadapi. Semakin tinggi predikat yang diberikan semakin tinggi juga ujian yang harus dihadapi. Demikian juga dengan ujian rohani. Allah akan memberi predikat rohani kepada seseorang, baik di pakai dalam pekerjaan Tuhan, atau dipercaya untuk memegang berkat Allah. Namun sebelum semua itu diberikan ada sebuah ujian rohani yang dihadapi.
Firman Allah menjelaskan bahwa Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Untuk mengetahui kemurnian perak dan emas, harus di uji dengan api, dibakar hingga panasnya berlipat-lipat, kemudian dihancurkan, bahkan dipukuli supaya membentuk. Masih di gosok lagi, akhirnya menjadi tembaga mulia yang berharga dan mahal harganya.
Demikianlah Allah menguji kemurnian iman kita melalui berbagai-bagai persoalan yang kita hadapi. Itu semua adalah sebagai api yang memurnikan iman kita. Sama seperti perak dalam kui, atau emas dalam perapian, sakit dan luar biasa prosesnya. Tetapi menghasilkan iman yang murni, yang tahan uji, tidak berkarat, namun terus memancar, meski diterpa panas dan hujan.
Sebelum Tuhan mempercayakan berkat yang besar kepada kita. Atau sebelum Tuhan memakai kita untuk pekerjaanNya, kita akan diuji lebih dulu dalam ujian rohani. Untuk membentuk iman kita agar murni, tahan uji dan memancarkan sinarNya. Marilah kita hadapi seiap ujian yang diberikan Tuhan. Itu semua adalah demi kebaikan kita. Amin. Dari Sion Tuhan Yesus memberkati.