DOA ADALAH OBAT RINDU YANG JITU
“Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia”. Kidung Agung 3:1-2.
Rindu. Pernahkah saudara rindu pada si jantung hati? Bagaimanakah rasanya? Raja Salomo memiliki pengalaman rindu pada si jantung hati. Ia terbangun tengah malam, gelisah, tidak bisa tidur. Ia cari si jantung hati, yang telah hadir dalam mimpi-mimpi. Ia cari kelililing kota. Ia cari di jalan-jalan, dilapangan-lapangan, tetapi tidak ditemui. Dalam mimpi seakan ia hadir, namun ketika terjaga ternyata tidak ada.
Mungkin kita pernah punya pengalaman yang sama. Rindu kepada si jantung hati. Kitacari dia dimana-mana tetapi tidak ditemui. Dan rindupun semakin hebat. Hadir dalam bayang-bayang, dalam mimpi, seakan nyata padahal tidak. Pada saat demikian kita lemah. Malas melakukan apa-apa. Pikiran kita hanya ingin bertemu dengan si jantung hati saja. Menjadi sebuah pertanyaan besar. Mengapa perasaan rindu yang menyiksa itu diberikan oleh Alllah? Bukankah itu perasaan yang menyiksa? Apakah tidak ada cara lain? Sesungguhnya rasa rindu itu diberikan oleh Allah untuk mengajar kita berdoa. Dengan teori, ajakan atau himbauan berdoa, mungkin kita malas. Namun dengan kerinduan yang sangat kepada si jantung hati, hingga kita tersiksa. Mendorong kita rajin berdoa. Paling tidak berdoa untuk orang yang dirindukan. Rindu itu mendorong kuat untuk kita untuk berdoa. Semakin besar kerinduan kita, semakin banyak pula kita berdoa. Hingga kita menjadi seorang yang terlatih di dalam berdoa.
JANGAN JADIKAN MERANA OBAT RINDU, MELAINKAN PAKAILAH BERDOA SEBAGAI OBAT RINDU YANG JITU. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS Memberkati.