Sendiri. Sendiri seakan suatu kata yang menakutkan. Memang sendiri menjadi menakutkan saat kita membutuhkan orang lain. Saat semua orang meninggalkan kita. Saat sepi itu menyelimuti. Saat tak ada orang yang mau diajak berbagi. Atau saat tidak ada yang menemani.
Namun sendiri kadang kita butuhkan. Saat begitu banyaknya beban hidup. Saat kita merasa jenuh, bising, atau lelah. Kesendirian kita butuhkan, saat kita ingin mendekat kepada TUHAN. Saat kita rindu mendengar suara TUHAN. Bahkan TUHAN YESUS sering sendiri untuk berdoa (Markus 1:35). Para pujangga menghasilkan karya-karya yang besar dalam kesendirian. Sebab dengan sendiri, imaginasinya berkembang. Dalam kesendirian juga ada TUHAN YESUS. Sebab Ibrani 13:5 menjelaskan bahwa TUHAN tidak akan pernah sekali-kali meninggalkan kita. Tidak semua kesendirian itu menakutkan.
Manfaatkan kesendirian untuk sesuatu yang positif. Hasilkan sesuatu dan gunakan untuk bertemu dengan TUHAN.