RENUNGAN : Berjaga-jagalah

BERJAGA-JAGALAH
” Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”Matius 25:13
Kemarin saya sempat mengunjungi orang-orang yang berada di barak pengungi gunung Merapi. Keadaanya sangat memprihatinkan. Ini adalah sebuah contoh berhentinya sebuah kehidupan. Mengapa saya mengatakan demikian, karena kehidupan seseorang itu membutuhkan beberapa unsur utama. Unsur yang pertama adalah energi. Energi utama dalam kehidupan orang-orang yang menjadi korban letusan gunung Merapi ini telah dipatahkan, yaitu dengan adanya hujan pasir, maka seluruh jaringan listrik ditempat itu menjadi rusak. Sehingga gelap gulita dan energi yang sekarang ini banyak digunakan oleh manusia sudah tidak ada lagi. Dengan demikian satu kaki kehidupan manusia telah tidak ada lagi. Unsur yang kedua adalah air. Kehidupan manusia sangat tergantung dengan air, sedangkan unsur air dalam kehidupan para korban letusan gunung berapi ini telah dipatahkan. Yaitu dengan adanya banjir lahar dingin, telah membunuh semua sumber air bersih. Semua air menjadi kotor bercampur lahar, bercampur pasir dan bahkan abu vulkanik. Sehingga kehidupan para korban gunung berapi ini sudah tidak memiliki sumber air bersih lagi, sebagai unsur yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan mereka. Dalam keadaan demikian, biasanya orang akan kembali kehidup masa lalu, yaitu mengharapkan makanan dari tumbuh-tumbuhan. Tetapi mari kita perhatikan, bahwa hujan abu vulkanik telah membunuh semua tumbuh-tumbuhan yang ada. Abu vulkanik itu beracun, dan setiap tumbuh-tumbuhan yang tersentuh akan mati. Sehingga unsur-unsur kehidupan bagi para korban letusan gunung berapi sudah tidak ada. Sekarang ini mereka masih bisa bertahan oleh karena memperoleh bantuan dari luar dimana mereka tinggal.
Tetapi suatu saat hal itu akan menimpa seluruh dunia ini, dan tidak akan lagi orang-orang yang membantunya. Suatu saat Allah akan mematahkan sumber energi kehidupan manusia yaitu matahari. Allah akan mematahkan sumber kehidupan manusia yaitu air, demikian juga seluruh tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan manusia tidak ada lagi. Inilah akhir segala sesuatu. Pernahkan kita pikirkan hal itu akan terjadi dan menimpa kita. Sudah siapkan ketika hal itu menimpa kita. Mari kita berjaga-jaga, ketika hal itu terjadi kita sudah siap menghadapinya. Dengan menunjukkan iman kita dihadapan Tuhan. Tuhan memberkati. Amin. (Hambanya Pdt. Agus W)