RENUNGAN : Rumah Allah Tempat Dahsyat Pintu Gerbang Surga

RUMAH ALLAH TEMPAT DAHSYAT PINTU GERBANG SURGA

“Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Kejadian 28:17.

Yakub adalah termasuk salah satu tokoh teladan iman yang luar biasa yang ditulis di dalam Alkitab. Pada saat Yakub menyadari suatu tempat yang dahsyat bahkan ia menyebutnya sebagai pintu gerbang sorga. Tempat itu tidak lain adalah rumah Allah. Melalui pengalaman Yakub itu sesungguhnya kita bisa belajar, bahwa rumah Allah adalah tempat yang dahsyat dan bahkan pintu gerbang surga. Di rumah Allah sama seperti Yakub, ia bertemu dengan Tuhan Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Di rumah Allah kita bisa menemukan damai sejahtera. Bahkan banyak orang bersaksi di rumah Allah mereka mengalami mujizat, mereka diubah dan dipulihkan. Rumah Allah juga pintu gerbang surga. Di dunia ini banyak tempat menuju maut. Jalan-jalan licin dan tikungan tajam, biasanya diberi tanda gambar maut. Juga alkohol dan obat-obatan terlarang sering menggunakan simbol-simbol maut. Namun juga kejahatan-kejahatan sering kita menggambarkan itu menuju maut. Rumah Allah adalah pintu gerbang surga. Kita bisa menjadikan semua pengharapan yang baik di rumah Allah. Bahkan meletakkan semua beban kita, sebab tempat itu gerbang surga.

Sampai hari ini belum banyak orang menyadari bahwa ada tempat yang dahsyat yaitu rumah Allah. Banyak orang masih menjadikan tempat-tempat indah, di gunung, pantai atau tempat-tempat wisata sebagai tempat yang dahsyat. Bahkan banyak orang membangun tempat-tempat dahsyat dengan teknologi-teknologi yang canggih. Bahkan banyak orang menganggap mall, tempat-tempat hiburan sebagai tempat yang dahsyat. Namun kenyataan membuktikan bahwa hal-hal seperti itu hanya tipuan belaka.

Firman Allah menjelaskan bahwa rumah Allah adalah tempat yang dahsyat. Marilah kita menjadikan rumah Allah sebagai tempat yang dahsyat dan pintu gerbang surga, supaya perkara-perkara yang dahsyat terjadi dalam hidup kita. Kita sentralkan setiap penyelesaian masalah hidup kita di rumah Allah. Kita mencarai damai di rumah Allah. Kita pusatkan pengabdian dan pelayanan kita di rumah Allah. Bahkan kita jadikan rumah Allah tempat kita menyembah Tuhan dan bukan tempat yang lain. Perjalanan hidup kitapun akanĀ  menuju surga dan bukan menuju maut. Amin. Tuhan memberkati. (Hamba-Nya Pdt Agus W).