PASANGAN ISTIMEWA
“Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” Matius 19:29.
Tuhan Yesus berkenan mengganti 100X lipat bagi mereka yang berani meninggalkan saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya. Pada saat saya membaca ayat ini, sangat lengkap apa-apa yang dimiliki yang dapat dikorbankan. Tetapi pertanyaan saya, di dalam ayat ini tidak
dituliskan suami atau istri. Artinya, Tuhan Yesus tidak berkenan dalam pelayanan kita mengorbankan suami atau istri. Di dalam kejadian 2:24, dijelaskan bahwa laki-laki akan meninggalkan bapa ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua melainkan satu. Tuhan Yesus juga menjelaskan bahwa apa yang telah dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia. (Matius 19:6). Artinya dengan alasan apapun mereka tidak boleh diceraikan, kecuali maut atau kematian yang dapat memisahkan mereka.
Allah menilai betapa berharganya pasangan suami istri. Oleh sebab itu tidak ada upah apapun bagi mereka yang meninggalkan istri atau suaminya. Kita harus selalu bersama-sama. Saat pelayanannya tidak boleh sendiri-sendiri. Saat berdoa, datanglah menghadap Tuhan bersama-sama. Bahkan saat belajar Firman Tuhanpun bersama-sama. Tuhan memberkati karena suami istri itu satu dan bukan dua. Rasul Petrus juga menjelaskan bahwa masalah dengan istri atau suami yang tidak diselesaikan menjadikan doa kita terhalang. (I Petrus 3:7).
Marilah kita bangun pasangan yang kuat, yang tidak terpisahkan oleh apapun. Amin. Tuhan memberkati. (Pdt Agus W).