KBDS : Sukacita Natal

SUKACITA NATAL
“Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” (Lukas 2:20)
Gembala itu bersukacita saat mereka melihat bayi Yesus yang terbaring didalam palungan. Sukacita yang di miliki oleh para gembala itu sesungguhnya bukan sukacita biasa. Pada zaman sekarang ini tidaklah mudah unuk mendapatkan sukacita seperti yang dimiliki oleh para gembala itu. Yang pertama bahwa para gembala itu memiliki sukacita padahal mereka tidak menerima harta kekayaan yang berbentuk materi. Para gembala itu juga tidak memperoleh suatu sanjungan atau pujian, bahkan suatu penghargan apapun. Para gembala itu tidak memperoleh suatau fasilitas atau tunjangan atau kenaikan pangkat apapun. Alasan kedua sukacita para gembala itu tidak mudah sebab mereka itu hanyalah para gembala domba sewaan. Pemiliki omba pada waktu itu biasanya seorang saudagar yang kaya raya. Seorang gembala sewaan bukanlah orang kaya. Mereka dibayar sangat sedikit sekali. Biasanya seorang gembala sewaan bukanlah anak-anak yang berpendidikan, bukan dari keluarga kaya atau bukan juga dari keluarga terhormat. Seorang gembala sewaan akan tinggal dipadang belantara hingga berhari-hari siang ataupun malam untuk menjaga dombanya. Biasanya mereka memakai pakaian seadanya dan makanpun sangat sederhana. Namun demikian dalam keadaan yang seperti itu jauh dari gemerlapan dunia. Para gembala itu tetap sukacita saat melihat bayi Yesus. Sebab bagi para gembala itu. Bayi Yesus jauh lebih berharga dari pada apapun juga.
Melalui pengalaman para gembala itu kita bisa belajar bagaimana sukacita natal itu. Sukacita natal tidak sama dengan baju baru. Sukacita natal tidak sama dengan hadiah-hadiah. Sukacita natal tidak sama dengan pesta mewah. Sukacita natal dapat didapatkan meskipun jauh dari gemerlapan dunia. Sukacita natal didapatkan oleh karena hati kita bertemu dengan Tuhan Yesus. Marilah kita nikmati sukacita ntal tanpa tergantung olh situasi sekeliling kita. Tanpa tergantung kepada kemewahan materi. Tetapi tergantung pada hati kita kepada Tuhan Yesus. Amin. Tuhan memberkati.