RABU ABU
“Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan.” Mazmur 102:10
Ada banyak gereja yang merayakan apa yang disebut dengan “Rabu Abu” pada hari ini. Ini adalah merupakan suatu tradisi gereja kuno. Meskipun ada banyak gereja yang lain tidak merayakannya. Hari Rabu Abu adalah merupakan suatu hari persiapan bagi perayaan paskah. Dihitung 40 hari sebelum paskah dikurangi hari minggu. Pada hari Rabu Abu biasanya para anggota gereja yang datang akan diberi abu di dahi berbentuk salip, sebagai tanda dukacita. Demikian juga mereka akan melakukan pantangan yaitu membatasi makan dan berpuasa. Hal itu sama seperti Ester dan Raja Daud yang menggunakan abu dan berpuasa sebagai tanda dukacita. Apakah gereja merayakan atau tidak itu bukan masalah. Namun ada sisi-sisi baik bagi gereja yang merayakannya. Karena dengan simbol-simbol, lambang-lambang, ataupun istilah-istilah yang sederhana, akan mempermudah suatu umat mengingat perayaan-pearayaan atau peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Yesus Kristus.
Peringatan adalah merupakan suatu kegiatan untuk memperingati sesuatu, namun ada yang lebih utama yaitu yang diperingati itu sendiri. Yaitu pertobatan. Dukacita oleh karena dosa-dosa yang diperingati menggunakan simbol atau lambang abu dan berpuasa. Sebagai suatu tindakan untuk pertobatan. Oleh sebab itu marilah. Di dalam Rabu Abu pada hari ini. Apakah gereja kita merayakannya atau tidak, namun sikap untuk berduka cita atas dosa-dosa kita. dan pertobatan itu wajib dilakukan oleh semua orang. Meskipun untuk melakukannya tidak harus menunggu Rabu Abu. Namun paling tidak Rabu Abu akan mengingatkan akan dosa-dosa kita yang banyak. Kita perlu bertobat dan mengakui bahwa hanya Yesus Kristus yang mnjadi satu-satunya Juru Selamat kita. yang dapat memberi pengampunan atas –dosa-dosa kita.
Selamat merayakan Hari Rabu Abu dan selamat bertobat. Tuhan memberkati.