Engkau tumbuh sendiri di padang gersang
Tak ada teman atau kawan
Kecuali angin lalu dan tetesan embun
Kadang kumbang datang menyapamu
Untuk menghisap sari madumu
Tak ada seorang yang merawatmu
Juga tak ada yang menanammu
Namun, kecantikanmu tiada tara
Bahkan Salomopun tak dapat mengalahkanmu
Setiap insan jatuh cinta padamu
Karena wangi yang kau pancarkan sungguh indah
Mereka terpesona
Karena kecantikanmu sungguh tak ada tandingnya
Bunga bakung
Sesungguhnya Tuhanlah yang menghiasmu
Ia yang memelihara kamu
Meski banyak manusia tak menyadari
Bahwa mereka lebih dari pada bunga bakung
PUISI : Bunga Bakung
BUNGA BAKUNG
Engkau tumbuh sendiri di padang gersang
Tak ada teman atau kawan
Kecuali angin lalu dan tetesan embun
Kadang kumbang datang menyapamu
Untuk menghisap sari madumu
Tak ada seorang yang merawatmu
Juga tak ada yang menanammu
Namun, kecantikanmu tiada tara
Bahkan Salomopun tak dapat mengalahkanmu
Setiap insan jatuh cinta padamu
Karena wangi yang kau pancarkan sungguh indah
Mereka terpesona
Karena kecantikanmu sungguh tak ada tandingnya
Bunga bakung
Sesungguhnya Tuhanlah yang menghiasmu
Ia yang memelihara kamu
Meski banyak manusia tak menyadari
Bahwa mereka lebih dari pada bunga bakung
Engkau tumbuh sendiri di padang gersang
Tak ada teman atau kawan
Kecuali angin lalu dan tetesan embun
Kadang kumbang datang menyapamu
Untuk menghisap sari madumu
Tak ada seorang yang merawatmu
Juga tak ada yang menanammu
Namun, kecantikanmu tiada tara
Bahkan Salomopun tak dapat mengalahkanmu
Setiap insan jatuh cinta padamu
Karena wangi yang kau pancarkan sungguh indah
Mereka terpesona
Karena kecantikanmu sungguh tak ada tandingnya
Bunga bakung
Sesungguhnya Tuhanlah yang menghiasmu
Ia yang memelihara kamu
Meski banyak manusia tak menyadari
Bahwa mereka lebih dari pada bunga bakung