RENUNGAN : Pergumulan Maria

PERGUMULAN MARIA
Malam itu aku terpaku. Saat aku melihat sinar terang di depan kamarku. Sungguh selama hidupku aku belum pernah melihatnya. Mimpi atau membayangkanpun belum pernah. Namun, malam itu sungguh tak ku sangka seorang berpakaian putih bercahaya, tersenyum kepadaku, sambil berkata: “jangan takut”. Suaranya demikian kuat merdu, bahkan kurasakan hingga ke dalam lubuk hatiku.
Sungguhkah aku akan mengandung. Aku belum pernah berhubungan dengan laki-laki, bahkan dengan kekasihku sekalipun. Orang tuaku telah mengajariku, agar aku menjaga kesucian sebab hal itu yang terutama bagi seorang wanita. Tetapi malaikat itu berkata bahwa aku akan mengandung. Sungguh mengerikan. Bagaimana kalau mas Yusuf mendengar berita ini. Apakah ia tidak akan meninggalkan aku. Sedang semua teman, saudara dan tetanggaku sudah tahu bahwa ia tunanganku. Aku akan menanggung malu sendirian. Bagaimana kalau bapak ibuku mengetahui hal ini, pastilah mereka juga sangat malu. Mungkin mereka akan mengusirku, bahkan tidak mengakuiku sebagai anak lagi. Bagaimana dengan tetangga-tetanggaku, mereka punya hukum rajam bagi siapa yang kedapatan mengandung belum bersuami. Aku akan mati sia-sia.
Tetapi malaikat itu. Ia utusan Tuhan yang berkuasa segala sesuatu. Bahkan keturunanku akan menjadi Juru Selamat. Kalau begitu biarlah, kalau aku harus kehilangan segala sesuatu, aku rela. Pastilah apa yang dikatakan malaikat itu benar adanya. Bapa, jadilah kehendakMu, sebab aku ini hamba Tuhan. Amin.

Tinggalkan komentar