RENUNGAN : Menatap Masa Depan

MENATAP MASA DEPAN

“Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.” Kejadian 19:26

Masa depan yang baik dambaan setiap orang. Masa depan yang cerah kerinduan umat manusia. Jika masa lalu kita penuh kesakitan, kita sangat mengharapkan masa depan yang gemilang. Firman Tuhan pada hari ini, membukakan sebuah rahasia memiliki masa depan yang cerah. Secerah mentari bersinar setiap pagi. Rahasia itu “jangan menengok ke belakang.”  Saat istri Lot dijanjikan masa depan yang baik. Di suatu kota yang baik. Tidak ikut ditimpa kehancuran. Sama seperti malapetaka yang di jatuhkan atas Sodom dan Gomora. Dengan syarat agar Istri Lot tidak menengok kebelakang. Namum Istri Lot tidak menaati ini. Saat dia mendengar ledakan di Sodom dan Gomora, ia menengok ke belakang. Istri Lot merasa sayang terhadap hartanya. Sayang terhadap tanah dan rumahnya. Sayang terhadap hal-hal yang ia cintai di Sodom. Istri Lot ingat hal-hal yang menyenangkan di Sodom. Istri Lot tidak rela melepaskan begitu saja. Akhirnya saat ia menoleh ke belakang, ia menjadi tiang garam. Yang patungnya sampai saat ini masih ada. Berdiri tegak di atas bukit di persimpangan jalan. Sehingga setiap orang yang lewat dari beberapa jurusan dapat menyaksikannya dengan jelas. Mereka yang menyaksikan dapat belajar. Betapa buruknya dampak bagi orang yang menoleh ke belakang.

Berbeda dengan Lot dan kedua putrinya. Mereka berlari terus, berusaha melepaskan diri dari malapetaka yang di jatuhkan di Sodom dan Gomora. Berlari mengejar kota baru yang dijanjikan untuk mereka. Hingga saat fajar menyingsing, mereka sudah sampai pada kota baru yang indah.

Kita dapat belajar pada hari ini. Bagaimana memperoleh masa depan yang cerah. Yaitu jangan sampai kita menoleh ke belakang.  Kita harus rela melepaskan ikatan-ikatan masa lalu. Kenangan-kenangan pahit, jangan sampai menghantui kita. Kebiasaan-kebiasaan masa lalu yang buruk harus kita tinggalkan. Kita harus merasa masa lalu kita itu seperti malapetaka yang mengejar kita, dan merasa depan kita sudah di depan mata. Kita harus berlari cepat  untuk meraihnya.

Marilah kita raih masa depan yang cerah dengan tidak menoleh ke belakang. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan komentar