RENUNGAN : Kutuk

KUTUK

“Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.” Kejadian 27:29

Kutuk menurut kamus bahasa Indonesia artinya “doa atau kata-kata yang mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang.” Kutuk bukan saja ada dalam dongeng-dongeng rakyat, tetapi juga ada dalam Alkitab. Dengan doa atau kata-kata kita dapat mengutuk orang lain dan terjadi sesuai dengan doa atau kata-kata kita. Namun oleh doa atau kata-kata orang lain kita juga dapat menerima kutukan. Ada sebuah syarat bagaimana sebuah kutuk dapat terjadi. Syarat itu adalah doa atau kata-kata itu sesuai dengan perbuatan atau sikap orang yang kita kutuk. Sebagai contoh kita mengutuk seseorang karena menipu kita. Maka orang yang kita kutuk itu dapat menerima kutukan kita jika dia memang sungguh-sungguh menipu kita. Demikian pula kita bisa menerima kutuk jika ada orang lain yang mengutuk kita, jika kutukan yang mereka ucapkan memang sesuai dengan sikap perbuatan kita. Sebagai contoh orang mengutuk kita karena kita berbohong. Maka jadilah kita menerima kutuk yang mereka ucapkan itu.

Lalu bagaimana jika kutukan yang kita ucapkan kepada orang lain, atau yang orang lain ucapkan kepada kita itu tidak sesuai dengan sikap atau perbuatan kita. Misalnya orang yang kita kutuk karena menipu, ternyata orang itu tidak menipu, sehingga kutukan kita salah. Atau kutukan yang orang lain ucapkan kepada kita, bahwa kita berbohong, padahal kita tidak berbohong. Maka kutukan itu akan kembali kepada yang mengucapkan kutuk itu. Jadi kalau kita mengutuk seseorang karena ia menipu kita, padahal ia tidak menipu maka kutuk itu akan kembali kepada kita, dan kitalah yang akan menanggung kutuk itu sendiri. Demikian juga kalau ada orang lain yang mengutuk kita karena kita berbohong, padahal kita tidak berbohong, maka orang yang mengucapkan kutuk itu yang akan menanggung kutuk mereka sendiri.

Marilah sobat Sion, kita hidup benar di hadapan Allah, supaya tidak ada alasan kutuk apapun menimpa kita, karena kita memang tidak bersalah. Amin. Tuhan memberkati.

Tinggalkan komentar