IKLAN
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.” Ulangan 6:6-9
Iklan adalah informasi tentang sebuah produk. Dengan iklan konsumen dapat mengerti barang-barang yg cocok dan berkulitas. Dengan iklan konsumen dapat menerima discount-discount, bahkan bonus-bonus. Kita dapat menyaksikan televise dengan gratis karena iklan. Kita bisa menyaksikan artis-artis kesukaan kita dengan gratis karena iklan. Bahkan kita bisa menelpon dan menggunakan internet secara murah karena iklan, yang dimungkinkan akan gratis dimasa yang akan datang, karena banyaknya iklan. Namun dengan iklan kita dapat menjadi manusia yang konsumtif. Dengan iklan kita bisa menjadi boros. Dengan iklan kita bisa membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan. Dengan iklan hati dan pikiran senantiasa terganggu dengan barang-barang yang ditawarkan menarik. Hingga seluruh kehidupan manusia dipengaruhi dan dibius oleh iklan. Ciri sebuah iklan adalah terus-menerus dan diulang-ulang. Nabi Musa sudah tahu hal ini sebelum segala sesuatu terjadi, oleh sebab itu Nabi besar Musa menasihati kepada bangsa Israel, supaya orang tua mengajarkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya terus-menerus dan diulang-ulang.
Nabi Musa mengajarkan supaya orang tua mengajarkan Firman Tuhan kepada anak-anaknya berulang-ulang dan terus menerus, yaitu saat duduk dirumah, saat dalam perjalanan, saat berbaring, juga saat bangun. Ajaran Firman Tuhan juga dalam bentuk asesoris, yaitu ditangan, jug adi dahi. Bahkan menulis di tiang pintu dan pintuk gerbang. Semua itu dilakukan adalah sebagai filter, supaya anak-anak kita tidak terpengaruh dan terbius oleh iklan. Sehingga hidup mereka tidak memiliki tujuan yang jelas, melainkan terombang-ambing.
Marilah kita teladani nabi Musa, dalam mengajarkan kepada ank-anaknya, agar anak-anak kita tidak terpengaruh oleh iklan, yang memperngaruhi seluruh aspek hidup mereka di kemudian hari. Amin. Tuhan memberkati.
