Saat amarah
Engkau bagaikan api yang membara
Membakar seluruh jiwa raga
Mendidih bagaikan air yang panas
Penuh sumpah serapah dan umpatan
Meledak-ledak penuh kebencian
Hatiku
Saat kesakitan
Engkau bagaikan hewan yg disembelih
Bagaikan daging yang dipotong-potong
Bagaikan kulit yang disayat-sayat
Bagaikan borok yang penuh luka
Pedih, perih merintih
Penuh tangisan pilu yang mendayu
Hatiku
Saat rindu
Engkau bagaikan palu tak bertumpu
Menggelantung tak menentu
Bagai malam tak berbintang
Bagai surya disenja hari
Hening, sepi, sendiri
Tiada yang menemai
Hatiku
Saat bertemu Tuhanku
Engkau bagaikan lautan teduh
Tenang, damai, tanpa riak ataupun gejolak
Bagaikan air mengalir yang sejuk dan jernih
Damai, indah penuh kasih
Diselimuti sukacita
Atau bagai permata yang bersinar warna-warni
Hatiku
Betapa indahnya seandainya
Engkau selalu dekat Tuhanku
