Engkau telah membelenggu manusia
Dalam iri hati yang tak beralasan
Engkau telah mengikat manusia
Dalam kebiasaan-kebiasaan yang merusak
Engkau telah memenjarakan manusia
Dalam pertengkaran yang tak ada habisnya
Engkau telah membakar manusia
Dalam nyala api amarah yang membara
Karenamu dunia menjadi kacau balau
Lukisanmu adalah lukisan terburuk yang telah mencoreng manusia
Tulisanmu adalah tulisan yang menjadi penggerak perpecahan
Kasih telah kau ubah menjadi kebencian yang mematikan
Anak-anak terlantar karena korban amarahmu
Istri-istri ditinggalkan suami sebagai korban serakahmu
Suami-suami pada pergi tanpa arah dan tujuan
Semangatmu adalah semangat yang menghancurkan
Kerinduanmu adalah kerinduan yang tidak pernah terpuaskan
Keinginanmu adalah keinginanmu untuk saling menjatuhkan
Hasratmu adalah hasrat untuk mencaci-maki dan mencela
Tak ada keindahan di dalammu
Tak ada ketenangan dalam hidupmu
Engkau ingin selalu mengganggu
Kebanggaanmu adalah membunuh
Pialamu adalah korban-korban berjatuhan
Kesukaanmu adalah menciptakan sengketa
Mahkotamu adalah peperangan
Sungguh buruk rupamu
Menjijikkan dan memuakkan
Aku tak kan pernah mencintaimu
Pergilah kau!… hawa nafsuku
