RENUNGAN : Belajar Kepada Burung Di udara

BELAJAR KEPADA BURUNG DI UDARA

“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Matius 6:26

Kita jauh melebihi burung-burung.Kita lebih baik. Lebih mulia. Lebih berharga dan sebagainya. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita supaya kita belajar kepada burung. Burung dinyatakan dalam Firman Tuhan tidak menabur, tidak menuai dan juga tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung. Artinya bahwa tidak ada burung yang memiliki penghasilan tetap. Tidak ada burung yang menjadi pegawai negeri. Juga tidak ada burung yang memiliki usaha tertentu. Namun burung-burung itu dipelihara oleh Tuhan. Hal lain adalah bahwa burung hidupnya tidak sebebas manusia. Sebab nyawa burung selalu diancam oleh manusia. Burung diburu manusia untuk dipelihara didengarkan suaranya. Jika buruk suaranya, diburu untuk diambil bulunya. Jika tidak diburu untuk diambil dagingnya. Jika tidak maka diburu karena demi keamanan ladang kita. Burung-burung itu nampaknya lebih damai. Terbukti bahwa burung-burung bangun pagi lebih dulu sebelum matahari terbit. Setelah bangun burung-burung itu tidak segera pergi mencari makan. Tetapi mereka berkumpul dengan teman-temannya. Berkicau, menyanyi-nyanyi dan menari-nari. Tidak ada beban sama sekali. Tidak ada kekuatiran yang nampak diwajahnya. Burung-burung itu berkecukupan makan. Saya dan saudara lebih dari burung-burung di udara. Kita memperoleh kasih Allah secara khusus. Pastilah kita dipelihara oleh Allah secara lebih. Namun banyak dari kita dilihat, cara hidup saat awal hari saja sudah berbeda. Kita bangun kalah awal dengan matahari. Saat bangun nampak jelas beban berat dalam wajah kita. Pagi hari tidak banyak kita memiliki waktu untuk menyembah Tuhan. Yang utama kita segera berlari untuk mengejar tugas hari itu. Atau boleh dikata segera kita berlari mencari makan. Sehingga kadang hidup kita nampak tidak lebih baik dari burung.

Marilah kita belajar kepada burung-burung di udara, sehingga kita memiliki hidup yang lebih baik. Amin. Tuhan memberkati.

2 pemikiran pada “RENUNGAN : Belajar Kepada Burung Di udara”

  1. Semakin menguatkan kita akan pemeliharaan Tuhan yang tiada putus putusnya. Bahkan untuk mahluk sekecil burung. Allah tak pernah membiarkan satu pun mahluk ciptaanNya tanpa perhatian dariNya. Apalagi kita manusia yang justru mahluk tertinggi namun paling sering mempertanyakan kesetiaan Allah dalam memelihara kita. Firman yg sangat menguatkan saya Pak Agus. Tuhan memberkati.

    Balas

Tinggalkan komentar