Pernahkah saudara puasa? Tuhan Yesus berpuasa empat puluh hari sebelum masuk dalam pelayanan. Tuhan Yesus juga mengajarkan cara berpuasa yang benar. Nabi-nabi pada zaman dulu juga melakukan puasa dalam pelayanannya. Bahkan Musa sering melakukan puasa empat puluh hari empat puluh malam tidak makan dan tidak minum.
Ada bermacam-macam jenis dan bentuk puasa. Ada puasa yang tidak makan saja dan minum air putih. Ada puasa yang tidak makan dan tidak minum. Ada puasa yang tidak makan makanan yang bernyawa dan lain-lain. Demikian jangka waktunya juga berbeda-beda. Ada yang puasa sehari semalam. Ada puasa yang hanya sehari saja. Bahkan ada juga yang berpuasa yang hanya beberapa jam saja. Sesuai dengan tujuannya ada bermacam-macam pula. Ada orang yang berpuasa untuk menyelesaikan suatu masalah. Ada orang berpuasa oleh karena mengharapkan sesuatu. Ada puasa untuk dirinya sendiri atau ada puasa oleh karena untuk orang lain.
Namun dari berbagai-bagai jenis dan bentuk itu. Ada hal yang sama yang tidak boleh ditinggalkan. Yaitu pada saat seseorang berpuasa dia tidak boleh melakukan dosa. Yaitu berpuasa untuk tidak marah, jujur, mengasihi orang lain. Mengampuni dan memikirkan hal-hal yang positif. Pada saat berpuasa seseorang haruslah mengisi waktunya untuk banyak berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Pada saat berpuasa seseorang juga tidak boleh banyak tidur. Ia harus bekerja seperti biasa, hingga tidak ada seorangpun yang tahu bahwa ia sedang berpuasa.
Marilah kita belajar berpuasa, khususnya mendekati paskah ini, agar kasih dan pengorbanan Kristus sangat berarti bagi kita.
