Engkau bagaikan api yang membara
Menyala-nyala membakar jiwa
Meletup-letup, meledak-ledak di dalam dada
Engkau bagaikan angin badai
Yang menghempaskan, menyeret dan membantai
Dan memporak-porandakan rasa
Engkau bagaikan harimau yang mengaum
Merobek-robek dan menerkam hati
Mengalah tak ada dalam jiwamu
Surut tak ada dalam hatimu
Kau mau menang selalu
Amarah…
Pergilah dari padaku
Aku bukan milikmu
Aku tak mau di perbudak olehmu
Jangan bertumbuh di dalam diriku
Kini aku sudah jadi milik Tuhanku
PUISI : Amarah
AMARAH
Engkau bagaikan api yang membara
Menyala-nyala membakar jiwa
Meletup-letup, meledak-ledak di dalam dada
Engkau bagaikan angin badai
Yang menghempaskan, menyeret dan membantai
Dan memporak-porandakan rasa
Engkau bagaikan harimau yang mengaum
Merobek-robek dan menerkam hati
Mengalah tak ada dalam jiwamu
Surut tak ada dalam hatimu
Kau mau menang selalu
Amarah…
Pergilah dari padaku
Aku bukan milikmu
Aku tak mau di perbudak olehmu
Jangan bertumbuh di dalam diriku
Kini aku sudah jadi milik Tuhanku
Engkau bagaikan api yang membara
Menyala-nyala membakar jiwa
Meletup-letup, meledak-ledak di dalam dada
Engkau bagaikan angin badai
Yang menghempaskan, menyeret dan membantai
Dan memporak-porandakan rasa
Engkau bagaikan harimau yang mengaum
Merobek-robek dan menerkam hati
Mengalah tak ada dalam jiwamu
Surut tak ada dalam hatimu
Kau mau menang selalu
Amarah…
Pergilah dari padaku
Aku bukan milikmu
Aku tak mau di perbudak olehmu
Jangan bertumbuh di dalam diriku
Kini aku sudah jadi milik Tuhanku