Terengah-engah, terpontal-pontal, tak sampai- sampai
Kukerahkan tenagaku, kudaki bukit, kuturuni lembah
Kuberlari diantara semak berduri dan jalan berliku
Namun pagi tak datang-datang
Malam lepaskan aku, tuk menggapai mentari
Jangan kau jerat aku dalam ikatanmu
Angin lalu doronglah aku mengejar fajar
Jangan tinggalkan aku dalam kelelahan
Karena kutahu bersama terbitnya fajar
Ada kasih baru dari Tuhanku
Ada berkat Bapa Surgawi mengiring mentari
Ada pengharapan baru bersama hari baru
Ku kan slalu sambut datangmu mentari pagi
Dengan segala sukacitaku
Meski aku harus menunggu
Dalam malam kelam yang kan segra berlalu
PUISI : Berlari Menyambut Pagi
BERLARI MENYAMBUT PAGI
Terengah-engah, terpontal-pontal, tak sampai- sampai
Kukerahkan tenagaku, kudaki bukit, kuturuni lembah
Kuberlari diantara semak berduri dan jalan berliku
Namun pagi tak datang-datang
Malam lepaskan aku, tuk menggapai mentari
Jangan kau jerat aku dalam ikatanmu
Angin lalu doronglah aku mengejar fajar
Jangan tinggalkan aku dalam kelelahan
Karena kutahu bersama terbitnya fajar
Ada kasih baru dari Tuhanku
Ada berkat Bapa Surgawi mengiring mentari
Ada pengharapan baru bersama hari baru
Ku kan slalu sambut datangmu mentari pagi
Dengan segala sukacitaku
Meski aku harus menunggu
Dalam malam kelam yang kan segra berlalu
Terengah-engah, terpontal-pontal, tak sampai- sampai
Kukerahkan tenagaku, kudaki bukit, kuturuni lembah
Kuberlari diantara semak berduri dan jalan berliku
Namun pagi tak datang-datang
Malam lepaskan aku, tuk menggapai mentari
Jangan kau jerat aku dalam ikatanmu
Angin lalu doronglah aku mengejar fajar
Jangan tinggalkan aku dalam kelelahan
Karena kutahu bersama terbitnya fajar
Ada kasih baru dari Tuhanku
Ada berkat Bapa Surgawi mengiring mentari
Ada pengharapan baru bersama hari baru
Ku kan slalu sambut datangmu mentari pagi
Dengan segala sukacitaku
Meski aku harus menunggu
Dalam malam kelam yang kan segra berlalu