PUISI : Di Taman Getsemani

DI TAMAN GETSEMANI
Tak ada yang tahu saat Engkau berdoa di atas batu
Tak ada yang mengerti saat Engkau berdoa seorang diri
Meski peluh-Mu seperti darah yang menetes ke tanah
Meski hati-Mu sedih, perih dan merintih
Hanya malam kelam yang suram
Hanya bintang dan rembulan yang sembunyi di balik awan
Hanya angin lalu yang bisu dan melaju
Tak ada kawan atau teman kecuali lawan yang menghadang
Murid-murid-Mu pun tidur terlelap dalam gelap pekat
Wahai bintang dan rembulan, mengapa engkau tenggelam
Wahai kunang-kunang malam, mengapa engkau menghilang
Wahai angin lalu, mengapa engkau membisu
Tidakkah kau paham Tuhanku dalam pergumulan
Tidakkah kau mengerti Tuhanku menyendiri
Tak ada jawaban atau sautan
Semua membisu dan beku
Aku jatuh tertunduk dan lesu
Baru ku sadari, semua memang harus terjadi
Karena sudah terisi dalam Kitab Suci

Tinggalkan komentar