PUISI : Kulihat Wajah Tuhanku

KU LIHAT  WAJAH  TUHANKU

Kulihat wajah Tuhanku di pinggir jalan
Duduk berjongkok dengan tangan tengadah
Wajahnya kusut, rambut acak-acakan hitam dan kotor
Pakaiannya compang-camping, kurus kering
Tak ada yang mengenal  Tuhanku
Semua orang berlalu begitu saja
Kulihat wajah Tuhanku di balik jeruji besi
Duduk sendiri di sudut ruangan
Pandangan kosong ke depan
Tak ada yang menyapa
Tak ada yang menghibur
Tak ada yang peduli
Kulihat wajah Tuhanku terbaring sakit
Nafasnya terengah-engah sambil batuk tersengal-sengal
Merintih kesakitan dengan mata memerah
Tak ada yang menolong
Tak ada yang membantu
Tak ada yang merawatnya
Tuhan, tak ada yang menerima saat Kau lahir ke dunia
Tak ada yang tahu saat Kau datang ke dunia
Kini, tak ada yang mengerti saat Kau ada di sini

Tinggalkan komentar