Berselimutkan malam kelam
Beralaskan dingin mencekam
Berkerudungkan sepi sendirian
Menunggu penumpang di sudut jalan
Jadi abang becak tujuh turunan
Semakin susah cari sandang pangan
Setiap orang sudah punya kendaraan
Hidup di jalan juga banyak saingan
Mau berhenti semakin banyak kebutuhan
Mau kerja tak ada yang jadikan karyawan
Mau mencangkul tak ada lahan
Menunggu uluran para dermawan
Tak ada yang merasa kasihan
Hanya menunggu kemurahan Tuhan
Untuk mencukupi kebutuhan
Semoga esok masih bisa bertahan
Karena Tuhan yang memberi kekuatan
PUISI : Abang Becak
ABANG BECAK
Berselimutkan malam kelam
Beralaskan dingin mencekam
Berkerudungkan sepi sendirian
Menunggu penumpang di sudut jalan
Jadi abang becak tujuh turunan
Semakin susah cari sandang pangan
Setiap orang sudah punya kendaraan
Hidup di jalan juga banyak saingan
Mau berhenti semakin banyak kebutuhan
Mau kerja tak ada yang jadikan karyawan
Mau mencangkul tak ada lahan
Menunggu uluran para dermawan
Tak ada yang merasa kasihan
Hanya menunggu kemurahan Tuhan
Untuk mencukupi kebutuhan
Semoga esok masih bisa bertahan
Karena Tuhan yang memberi kekuatan
Berselimutkan malam kelam
Beralaskan dingin mencekam
Berkerudungkan sepi sendirian
Menunggu penumpang di sudut jalan
Jadi abang becak tujuh turunan
Semakin susah cari sandang pangan
Setiap orang sudah punya kendaraan
Hidup di jalan juga banyak saingan
Mau berhenti semakin banyak kebutuhan
Mau kerja tak ada yang jadikan karyawan
Mau mencangkul tak ada lahan
Menunggu uluran para dermawan
Tak ada yang merasa kasihan
Hanya menunggu kemurahan Tuhan
Untuk mencukupi kebutuhan
Semoga esok masih bisa bertahan
Karena Tuhan yang memberi kekuatan