PENGHARAPAN DALAM KESENDIRIAN
“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu”. Yohanes 14:18
Dalam ibadah Kenaikan Yesus Kristus hari ini, salah satu anggota gereja kami bersaksi, ia menceritakan tentang bagaimana penyertaan Tuhan dalam kesendiriannya. Ia hidup melajang hingga usia yang cukup banyak. Suatu hari ia mengalami sakit. Dalam kesendirian, ia merasakan begitu besarnya kasih Tuhan kepada dirinya. Orang-orang di sekelilingnya yang memberi perhatian. Teman-teman dari jauh pada mengirim SMS. Semua menunjukkan simpati mereka. Kata-kata penghiburanpun mengalir begitu banyak. Hingga ia percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya dalam kesendirian.
Sebelum saya mendengarkan kesaksian ini, dalam benak saya terbesit, bahwa orang-orang yang sendiri akan memiliki masalah pada saat sakit atau pada masa tuanya. Tetapi melalui ayat ini sekarang saya percaya bahwa Allah telah naik ke surga, tetapi tidak meninggalkan anak-anaknya sebagai yatim piatu. Artinya Allah menjadi bapak bagi mereka yang tidak memiliki bapak, Allah menjadi ibu bagi mereka yang tidak memiliki ibu. Ayah menjadi suami bagi para janda. Bahkan Allah akan mengirimkan banyak anak bagi mereka yang tidak pernah merasakan melahirkan.
Ayat dan kesaksian ini juga menjadi pengharapan bagi mereka yang hidup sendiri. Jangan takut dan kecil hati, mereka yang ditinggalkan orang tuanya, jangan tawar hati bagi mereka yang ditinggalkan suaminya, jangan jangan menjadi lemah oleh karena tidak memiliki anak. Sebab Allah akan mengirimkan kasih sayang yang jauh lebih baik bagi mereka yang membutuhkan. Bagi mereka yang mau hidup melajang sekalipun, jangan takut, sebab Allah tidak akan pernah meninggalkanmu.
Marilah kita percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita sedetikpun. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Amin. JCLu.