KEKUATAN KASIH KRISTUS
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” Roma 8:35
Kita sering mendengar kisah Romeo dan Juliet, dimana kasih mereka dipisahkan oleh karena perbedaan ekonomi, harkat, derajat dan martabat. Kisah Siti Nurbaya juga menjelaskan kasih yang di pisahkan oleh karena perbedaan status sosial. Demikian juga lagu Isabela yang mengisahkan kasih yang dipisahkan oleh karena perbedaan budaya. Firman Tuhan menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Baik penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang.
Ketika kita berada dalam penindasan, kesesakkan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang. Biasanya kta berpikir itu adalah akhir dari segala sesuatu. Hilang harapan, patah semangat dan pupus sudah. Tetapi Firman Tuhan menjelaskan bahwa hal-hal demikian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Sebab hal-hal itu tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Saat Tuhan Yesus di salibkan. Itu bukanlah akhir dari segala sesuatu. Sebab Tuhan Yesus masih bisa bangkit kembali dan memenangkan dunia. Ketika Rasul Paulus dipenjara, ia tidak merasa akhir dari segala sesuatu. Sebab di dalam penjara Rasul Paulus dapat memberitakan Injil kepada pemerintah Roma. Pada saat Yusuf di dalam penjara, itu bukan akhir segalanya, sebab penjara istana itulah yang membawa Yusuf jadi penguasa istana Mesir. Kesusahan hidup apapun dalam kehidupan kita, hal itu tidaklah merupakan akhir dari segala sesuatu. Kesusahan yang berat itu juga tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Keadaan apapun dalam kehidupan saya dan saudara, kita masih dapat menikmati kasih Kristus yang besar.
Marilah dalam kesulitan hidup yang bagaimanapun beratnya, kita tetap dapat menikmati Kasih Kristus. Amin. Dari Sion Tuhan Yesus memberkati.
sahabat sion grogol yang terkasih dalam Tuhan
Meskipun kenyataanya setiap hari suami saya bekerja besama wil nya dan meski saat inipun suami saya sdg kencan dgn wilnya pamit plg sampai malam,namun dari awal pernikahan saya saya selalu beriman bahwa suami saya adalah suamii yang terbaik, setia bg saya , bertanggung jawab dengan kluarga. dan saya tidak bisa membenci dengan siapapun karena saya tdak mau kehillangan damai sejahtera dalam hidup saya. dan yang saya tdak ingiinkan jika dalam keluarga ada yang melakukan dosa perjinahan akan mempenngaruhi ataupun menghabat berkkat Allah dalam hidup kami.. mohon dukungan doanya supaya saya tetap diberi kekuatan dan kasihh Kristus tetap ada pada saya dan supaya rumah tangga dan suami saya segera dippulihkan oleh Tuhan juga rumah tangga wil suai saya (rumah tangga heni dan hendro) juga dipulihkkan dan disatukan kembali . trima kasih GBU.
“TIDAK DITAMPILKAN”