FIRMAN TUHAN
Ketika langkah mulai lemah, Hati mulai gundah, Sakit kian parah, Semangat tlah punah, Hasratpun tlah menyerah
Ketika kekuatan tlah sirna, Daya tlah tiada, Ambisi hilang jua, Tinggal luka yang ternganga
Tak ada salam sapa, tak ada senyum cinta, bahkan tak ada lagi kasih mesra, Pedih, merintih, yang tersisa
Bunga terasa tak indah lagi, embun tak sejuk lagi, bahkan suara kicauan burung tak merdu lagi
Terangnya mentari terasa suram, indahnya rembulan terasa kelam, bintang-bintangpun serasa tenggelam di balik awan
Hingga FIRMANMU menopangku, menjadi kekuatan di setiap sendi-sendi tulangku, membakar hasrat jiwaku, menjadi darah yang mengalir di ragaku, hingga aku bangkit kembali
FIRMANMU bagai sang surya yang menerangi jiwa, bagai rembulan yang menerangi hati yang kelam, bagai pelangi yang menghiasi hati.
FIRMANMU terasa indah, bagai bunga mekar di hati yang gersang, bagai hujan di tengah hati yang kering, bagai embun yang menyejukkan hati
FIRMANMU terasa manis saat hati sedang pahit. Terasa indah saat hati sedang gundah, terdengar merdu saat hati sedang terganggu dan terasa nikmat saat hati sedang sekarat
Terima kasih atas FIRMANMU Tuhan.