MENJADI GADIS BIJAKSANA
“Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.” Matius 25:8-9
Menjadi gadis bijaksana. Apakah yang saudara pikirkan tentang gadis yang bijaksana? Apakah mereka seorang yang murah hati? Apakah mereka seorang yang tega? Firman Tuhan menjelaskan bahwa seorang bijaksana adalah seorang yang berjaga-jaga dalam segala sesuatu. Gadis-gadis yang bijaksana itu berjaga-jaga jika mempelai datang. Dengan cara mempersiapkan minyak yang cukup untuk obornya. Gadis-gadis yang bodoh adalah gadis yang tidak berjaga-jaga melainkan menganggap gampang segala sesuatu, sehingga saat mempelai datang, mereka kehabisan minyak untuk obornya.
Jadilah gadis yang bijaksana untuk berjaga-jaga dalam segala sesuatu. Seorang perempuan memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar atas seisi rumah tangganya. Jika tidak berjaga-jaga maka, hancurlah rumah tangganya. Seorang ibu rumah tangga harus tahu kemana anaknya pergi, dengan siapa dan untuk tujuan apa. Ini bukanlah kekuatiran, melainkan sikap berjaga-jaga. Demikian juga seorang istri harus tahu kemana suami pergi, dengan siapa dan untuk tujuan apa. Jika hal ini terjadi dan seorang istri tidak mengetahui, maka dipastikan mereka akan kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Jika mereka telah hilang, tidak bisa menyalahkan Tuhan, juga tidak bisa pasrah, karena itu adalah tugas untuk senantiasa berjaga-jaga.
Marilah menjadi gadis yang bijaksana, yang berjaga-jaga dalam segala sesuatu. Amin. Dari Kota Sion Tuhan Yesus memberkati.