MALAM MENANGIS
Malam membentang bagai pedang yang menghadang
Hati kian terasa gersang dan kering kerontang
Gelap menyengat membuat jiwa kian meradang
Sepi tak terobati membuat angan kian melayang
Bulan mengapa engkau sembunyi di balik awan
Bintang jangan menghilang dalam kegelapan
Kunang-kunang dimana tarianmu yang menawan
Malam menangis karena semua telah meninggalkan
Mentari mengapa engkau berlari tak segra kembali
Dada terasa sesak lama menanti kau bersinar lagi
Ayam berkokoklah tuk memanggil hadirnya pagi
Jangan biarkan malam gelap berkuasa atas bumi
Pagi, baru ku sadari kau sangat berarti
Tuk hadirkan senyum mentari yang berseri
Tuk teteskan embun yang sejukkan hati
Tuk curahkan berkat-berkat Bapa Surgawi
Membawa harapan baru di setiap hari
(Sion, Pdt Agus Widjianto, M.Th).