PUISI : Jalan Salib

JALAN SALIB

Meski langkahMU tertatih-tatih
Namun KAU tak pernah  merintih
Meski luka di tubuhMU terasa perih
Namun tak pernah KAU berucap pedih

Goresan-goresan luka kian ternganga
Menguliti tubuh yang penuh luka
Tetesan darahpun berceceran dimana-mana
Menyebabkan sakit yang luar biasa

KAU tetap bertahan, hingga titik darah yang penghabisan
Tanpa sebuah pembelaan, hanya suara-suara yang penuh kecaman
Musuh-musuh yang penuh kebencian, mereka teriakkan dengan hujatan
Semua ini ENGKAU lakukan untuk sebuah kedamaian
Oleh karena penyaliban, kami semua di selamatkan

Terima kasih TUHAN, rasa syukur kami naikkan
Kami akan tetap terus beriman, hingga akhir kehidupan

(Pdt Agus Widjianto, MTh).

2 pemikiran pada “PUISI : Jalan Salib”

Tinggalkan komentar