JALAN HIDUP YANG PAHIT
“Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku”. Rut 1:20
Jalan hidup yang pahit adalah jalan hidup yang penuh dengan penderitaan. Hal itulah yang dialami oleh Naomi. Saat Tanah Israel terjadi kelaparan hebat, mengungsilah Naomi dengan suami dan kedua anaknya, membawa harta bendanya yang banyak sebagai bekal hidup. Di pengungsian, suami dan kedua anaknya meninggal, hingga tinggal menantunya. Saat ia kembali ke Tanah Israel Naomi tidak lagi mau di sebut namanya, sebab perjalanan hidup yang pahit. Namun Naomi tidak menyadari bahwa namanya tertulis dalam Alkitab, menantunya Rut yang mengikutinya menurunkan YESUS KRISTUS yang menjadi juru selamat umat manusia. Ada rencana indah di balik perjalanan pahit yang di alami Naomi. Di balik perjalanan pahit ada perjalanan manis bagi keturunan bahkan seluruh umat manusia.
Mungkin perjalanan hidup saudara tidak kalah pahitnya dengan perjalanan hidup Naomi. Matapelata datang bertubi-tubi. Selalu kehilangan orang-orang yang dikasihi. Berada dalam keadaan kekurangan yang berkepanjangan. Berbagai-bagai masalah senantiasa menghimpit. Tidak pernah terwujud apa yang diharapkan. Garis keberuntungan tidak menjadi milikmu. Jika hal-hal yang pahit demikian ada di pihakmu, janganlah kecil hati. Jangan pernah menyesal ataupun bersungut-sungut. Sebab ada rencana ALLAH yang jauh lebih agung di balik semua kepahitan itu. Rencana ALLAH yang bukan saja untuk saudara nikmati, namun hingga keturunan kita kelak.
Jadikan setiap perjalanan pahit hidup saudara. Sebagai sebuah pengharapan akan adanya perjalanan manis bagi keturunan kita kelak. Amin. Dari KOTA SION TUHAN YESUS memberkati.
(Pdt Agus Widjianto, MTh).