Nyanyian-MU tidaklah tertulis dengan notasi yang ada di buku
Namun burung pipit tidaklah keliru menyanyikan keagungan-MU
Cerita-MU tidaklah terukir dengan kayu ataupun batu
Namun deru ombak lautan tidaklah lupa menceritakan kasih-MU
BAPA,
Meski suara-MU tidaklah terdengar di telingaku
Namun mentari selalu menyampaikan itu kepadaku
Meski kehadiran-MU tidaklah nampak di mataku
Namun senyum manis rembulan-MU selalu menyapaku
BAPA,
Alam semesta dan isinya adalah tangan-MU
Tuk menuntun setiap langkah hidupku
Agar aku berjalan sesuai kehendak-MU
Untuk menjadi saksi bagi kemuliaan-MU
(Pdt. Agus Widjianto, M.Th).
