Mengapa kita berjalan, sedang kita bisa berlari
Mengapa kita malas, sedang kita bisa rajin
Mengapa kita diam saja, sedang kita bisa melakukan sesuatu
Mengapa kita membenci, sedang kita bisa mengasihi
Mengapa kita saling menyerang, sedang kita bisa saling mendukung
Mengapa kita saling menjauh, sedang kita bisa saling mendekat
Mengapa kita membenci, sedang kita bisa mengasihi
Mengapa kita saling dendam, sedangkan kita bisa saling mengampuni
Mengapa kita saling melupakan, sedang kita bisa saling mendoakan
Mengapa kita saling mengutuk, sedang kita bisa saling memberkati
Mengapa kita menikmati sendiri, sedang kita bisa saling berbagi
Mengapa kita saling acuh, sedang kita bisa saling memperhatikan
(Ki Jogo Sion).