PUISI : Menanti Juru Selamat

Bulan menangis di balik awan

Meski jeritannya tak terdengar

Tetesan air matanyapun tak terlihat

Namun sedu sedannya menggetarkan jiwa

 

Bumi kian tenggelam dalam kegelapan

Malam kian nampak suram dan kelam

Hanya bisikan angin lalu yang membisu

Tanpa suara dan gema yang memancar

 

Setiap hati merintih pedih, setiap jiwa telah meronta

Dunia telah terhimpit dosa, kuasa gelap meraja lela

Hanya menanti Sang Juru Selamat dunia

Yang sanggup membebaskan dari dari cengkeraman dosa

 

(Ki Jogo Sion)

Tinggalkan komentar