KESAKSIAN : Perjalanan di Pekanbaru

Duri RiauMentari bersinar terang saat aku mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan Baru Riau. Perjalanan masih tiga jam lagi untuk menuju Duri. Disanalah saya akan bertugas mengajar selama beberapa hari. Udara terasa begitu panas saat seorang mahasiswa menjemputku. Kendaraan terus melaju melewati hutan sawit di kanan kiri. Nampak pula pengeboran minyak mentah yang tersebar di sepanjang perjalanan. Memang Duri ini salah satu penghasil minyak terbaik di dunia. Aku jadi semakin penasaran untuk melihat dari dekat, perusahaan raksasa dalam pengeboran minyak ini.

Sampai di Duri, rupanya langsung menuju kelas. Sudah begitu banyak para mahasiswa menantiku. Tanpa istirahat, pelajaranpun dimulai. Rupanya mereka hamba-hamba Tuhan yang haus akan pendidikan. Begitu antusias, bahkan penuh perhatian saat aku mengajar. Aku jadi bersemangat dan hilang semua kelelahan dalam penerbangan tadi.

Melihat ladang yang begitu kuning, hatiku kian terbeban untuk masuk kepelosok-pelosok tanah air. Masuk ke pedalaman yang belum terjangkau dengan pendidikan theologia. Kiranya kesempatan untuk mengajar mereka akan semakin banyak. Demikian pula banyak hamba-hamba TUHAN makin diperlengkapi dengan pendidikan theologia. Amin.

(Gembala Sion)

 

Tinggalkan komentar