Indahnya gelombang lautan yang merdu
Kini berubah ganas yang menderu-deru
Bening air sungai yang menyejukkan kalbu
Kini buas, menghanyutkan dan menyapu
Sejuknya gunung Sinabung yang mengesankan
Kini menyemburkan api yang menghancurkan
Bukit-bukit yang permai dan mempesonakan
Kini runtuh, meratakan dan melenyapkan
Rupanya amarah alam tak tertahankan
Karena sikap manusia yang kelewatan
Tidak lagi mengasihi alam ciptaan TUHAN
Tidak pula mau menjaga keseimbangan
(GembalaSion)