PUISI : Amarah Alam

Bencana Alam indIndahnya gelombang lautan yang merdu

Kini berubah ganas yang menderu-deru

Bening air sungai yang menyejukkan kalbu

Kini buas, menghanyutkan dan menyapu

 

Sejuknya gunung Sinabung yang mengesankan

Kini menyemburkan api yang menghancurkan

Bukit-bukit yang permai dan mempesonakan

Kini runtuh, meratakan dan melenyapkan

 

Rupanya amarah alam tak tertahankan

Karena sikap manusia yang kelewatan

Tidak lagi mengasihi alam ciptaan TUHAN

Tidak pula mau menjaga keseimbangan

 

(GembalaSion)

Tinggalkan komentar