Pagi itu berkabut saat aku membuka mata. Hujan gerimis membasahi halaman rumah. Dingin terasa menusuk. Aku berdoa, TUHAN berkatilah hari ini. Hari itu memang aku sama sekali tidak punya uang. Hujan kian deras, hingga aku harus memakai mantel untuk mengantar sekolah anakku. Rencana lari pagi pun aku urungkan. Duduk aku termenung, hujan tidak reda, tidak bisa aku pergi kemana-mana.
Beberapa saat kemudian seorang teman datang menjemputku. Ia seorang caleg DPR RI pusat. Ia mengajakku untuk mengantar ke beberapa teman. Dalam kunjungan itu seorang teman memberi beberapa kue buatan sendiri. Ia bungkuskan untuk aku bawa pulang. Setelah agak siang kita mampir ke teman lain. Teman itu membawakan rambutan hasil panen sendiri. Perjalanan kami lanjutkan. Kami menjemput anakku pulang sekolah. Diperjalanan pulang temanku mengajak makan siang. Aku dan anakku dapat makan siang dengan gratis. Selesai makan, kami ambil beberapa kue untuk dibawa pulang. Siang itu, kami pulang dengan perut kenyang dan membawa banyak kue dan buah.
Aku antar anakku pulang. Perjalanan kami lanjutkan. Masih ada beberapa teman yang akan dikunjungi. Malampun tiba. Temanku menawarkan untuk membawa makanan dibawa pulang, kami beli lauk yang cukup enak dan banyak untuk seisi rumah.
Hari sudah malam saat aku diantar pulang. Masih juga aku tidak punya uang hari itu, namun Tuhan memberi aku banyak berkat, walaupun bukan bentuk uang. Begitu banyak cara TUHAN memberkati. Meski tidak punya uang hari itu. Kami sekeluarga tidak kelaparan, bahkan berkelimpahan berkat. Terima kasih TUHAN YESUS atas hari itu. Amin.
(Gembala Sion)
