Menjadi korban Gunung Sinabung sungguh merana
Tinggal dibarak pengungsian yang terbuat dari tenda
Kalau malam dingin, kalau siang panasnya membara
Tidak pernah ganti baju, hanya sehelaiĀ yang dibawa
Bisa makan itu sungguh bersyukur
Sering makan hanya dengan bubur
Rumah dan ladang sudah hancur
Tak ada yang sempat dibawa kabur
Kini hanya berharap kepada Yang Maha Kuasa
Semoga amarah gunung Sinabung segera reda
Aman pulang kerumah dan bisa mulai bekerja
Tidak dihantui ketakutan yang mengancam jiwa
(Gembala Sion)
Saya turut prihatin atas bencana Gunung Sinabung yang menimpa masyarakat di sekitar gunung sinabung. Saya mengajurkan agar tidak mendekati gunung sinabung dengan radius 7 KM. Bahaya Awan Panas mungkin akan merengut nyawa. Saya juga berharap semua masyarakat dalam pengungsian agar tetap berdoa & berharap, khusus buat warga pengungsi yang beragama Kristen agar tetap berdoa semoga bencana ini cepat berlalu & gunung sinabung kembali normal. Saya sudah membicarakan masalah ini kembali & akhirnya dapatlah keputusan untuk mengakhiri masalah ini untuk 3 bulan kedepan. Saya mendapatkan kepastian diawal bulan 5 tanggal 3 semua akan kembali normal. Saya berharap para pengungsi angap bencana gunung sinabung ini adalah ujian dari Tuhan, agar manusia sadar kita hidup di dunia ini adalah mahluk yang lemah, seberapa kayapun kita tetaplah kita hanyalah daging & tulang. Saya berharap pengungsi yang berjumlah 28 ribu orang agar tetap berdoa, ingatlah jika kita hidup itu untuk Tuhan, maka kalau kita matipun itu untuk Tuhan. Kita bahagia panen melimpah kita bersyukur untuk Tuhan, maka ketika dalam kesengsaraan pun kita harus tetap berdoa & berharap kepada Tuhan. dan