Kenangan yang tak mungkin kulupakan.
Saat aku merayakan kelahiran Tuhanku
Hadiah terbaik diberikan kepadaku
Kasih yang tercurah diantara teman-temanku
Perhatian yang berlimpah diantara mereka
Kerinduan yang lama terpendam, kini terpuaskan
Tertawa lepas tanpa beban
Sungguh sebuah reuni yang mengesankan
Atas putih lambang ketulusan dan kesucian persahabatan
Bawah jeans biru lambang pengharapan
Pengharapan yang tebal dan kuat
Untuk menjalin persahabatan kembali
Tuhan,
Apakah ini arti sebuah persahabatan?
Perbedaan warna kulit tidak menjadi hambatan
Kaya miskin tidak menjadi tembok pembatas
Bahkan jarakpun tidak menjadi jurang pemisah
Bukan makanan yang berlimpah yang menyenangkanku
Bukan hadiah yang berlimpah yang membanggakanku
Namun kasih mereka yang menghiburku
Tuhan,
Kini aku menemukan kasih sejati dari arti persahabatan
Aku bangga punya punya teman-teman seangkatanku
Meski kini kami saling berjauhan
Namun kasih itu tidak mengenal jarak
Tuhan,
Seandainya aku burung aku kan terbang
Mengunjungi teman-temanku
Aku kan bernyanyi lagu merdu setiap pagi
Seandainya aku bulan aku kan menjadi teman mereka di waktu malam
Seandainya aku mentari, aku kan bersinar sepanjang hari
Seandainya aku kupu-kupu aku kan menari untuk mereka
Namun, aku seorang manusia biasa
Aku hanya bisa berdoa
Ya, aku hanya bisa berdoa untuk mereka
Kiranya Tuhan memberkati mereka
Terima kasih Tuhan
Engkau telah memberi hadiah natal terbaik kepadaku.
Amin.
Layar Rest, 27 Desember 2010, kupersembahkan untuk Panitia Reuni ww’86.
